Posts Tagged tokoh

R.E. Martadinata

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar

Euis Komariah

Euis Komariah

Seniman Sunda

Euis Komariah

Euis Komariah nyaéta salah saurang juru kawih tembang Sunda Cianjuran jeung juru kawih degung.

Karesepna kana tembang sunda geus dimimitian saprak manéhna leutik. Malahan mah dina umur 9 taun manéhna téh geus pinter nembangkeun tembang-tembang Sunda. Kelas 4 SD, anjeunna geus naék panggung jadi juru kawih. Baca entri selengkapnya »

, ,

4 Komentar

Kang Ibing

Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata (lahir di Sumedang, 20 Juni 1946 – meninggal di Bandung, 19 Agustus 2010 pada umur 64 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Kang Ibing adalah pelawak Indonesia yang tergabung dengan grup lawak De’Kabayan yang terdiri antara lain Aom Kusman dan Suryana Fatah. Pelawak ini juga aktif dalam kesenian Sunda.

Kang Ibing meninggal dunia pada 19 Agustus 2010 di Rumah Sakit Islam Bandung.

Filmografi

http://id.wikipedia.org/wiki/Kang_ibing

,

Tinggalkan komentar

Tati Saleh

Nama :Raden Siti Hatijah SalehLahir :Jakarta, 24 Juli 1944

Wafat :
Bandung, Jawa Barat
9 Februari 2006

Pendidikan :
SD Ciamis
SMP di Ciamis,
Sekolah Lanjutan Atas (SLA) ditempuhnya di KOKAR (Konservatori Karawitan) Bandung

Penghargaan :

Juara II dalam Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran yang diselenggarakan DAMAS

 

Seniman Tari

Tati Saleh

Pengalaman pertama Tati Saleh belajar tari selain dari ayahandanya yang juga tokoh Tari Sunda R. Cece Somantri pada tahun 1961. Ketika belajar di KOKAR Tati Saleh juga berguru pada R. Enoch Atmadibrata dan Ono Lesmana. Sejak usia 5 tahun, Tati kecil senang mendengarkan lagu-lagu kawih maupun tembang yang dinyanyikan Upit Sarimanah, Titim Fatimah dan Ibu Saodah. Bakatnya ini tersalurkan dengan berguru pada Mang Koko Koswara, Apung S. Wiratmaja dan Mang Bakang Abubakar, sewaktu sekolah di KOKAR.

Falsafah hidup Seniwati Sunda yang sering melawat ke luar negeri mewakili Indonesia dan Jawa Barat ini adalah, menjalani segala sesuatu termasuk menekuni profesi harus dijalani secara tuntas. Bagi masyarakat Tatar Sunda khususnya serta Pencinta Seni Budaya Daerah di seluruh Tatar Nusantara sepertinya sudah tidak asing lagi dengan nama Tati Saleh. Beliau adalah salah seorang Juru Kawih, Juru Tembang, Penari, Pemain Film serta Penggubah Tari Jaipongan yang sudah tidak asing lagi.

Pada tahun 60-an, Tati Saleh bersama dengan Indrawati Lukman, Irawati Durban, Tien Sapartinah dan Bulantrisna Jelantik dikenal sebagai penari istana. Darah seni yang dimiliki Tati Saleh ini mengalir dari ayahanda tercintanya Rd. Abdullah Saleh. Pada zamannya ayahanda Tati Saleh ini dikenal sebagai Tokoh Seniman Ciamis yang sekaligus berprofesi sebagai Kepala Kebudayaan Ciamis. Ibundanya bernama Tjarwita Djuariah serta bertugas sebagi Kepala Urusan Dalam Rumah Sakit Ciamis yang juga mengajar Seni Tari dan Tembang.

Pendidikan formal Tati Saleh sewaktu SD dan SMP ditempuhnya di Ciamis. Sedangkan Sekolah Lanjutan Atas (SLA) ditempuhnya di KOKAR (Konservatori Karawitan) Bandung. Tati Saleh masih ingat, pada waktu sekolah di KOKAR yang menjadi Kepala Sekolahnya adalah Daeng Sutigna. Ketika di KOKAR Tati Saleh seangkatan dengan Atik Sopandi dan juga Nano S. Tokoh yang mempopulerkan Seni Ibing Jaipongan bersama Euis Komariah dan Gugum Gumbira ini sangat tekun dengan kariernya. Bersama mereka pula Tati Saleh menggubah beberapa Seni Ibing Jaipongan seperti Lindeuk Japati, Rineka Sari, Mega Sutra serta beberapa kreasi Seni Ibing Jaipongan lainnya

, , ,

Tinggalkan komentar

Mang Koko

Koko Koswara, biasa dipanggil Mang Koko, (lahir di Indihiang, Tasikmalaya, 10 April 1917 – meninggal di Bandung, 4 Oktober 1985 pada umur 68 tahun) adalah seorang seniman Sunda. Ayahnya Ibrahim alias Sumarta, masih keturunan Sultan Banten (Sultan Hasanuddin). Ia mengikuti pendidikan sejak HIS (1932), MULO Pasundan (1935).

Bekerja sejak tahun 1937 berturut-turut di: Bale Pamulang Pasundan, Paguyuban Pasundan, De Javasche Bank; Surat Kabar Harian Cahaya, Harian Suara Merdeka, Jawatan Penerangan Provinsi Jawa Barat, guru yang kemudian menjadi Direktur Konservatori Karawitan Bandung (19611973); Dosen Luar Biasa di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung (sekarang Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung), sampai ia wafat. Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan komentar